1001 Stories in Melbourne (Tertib Lalu Lintas)
Assalamu 'alaikum...
Indonesia adalah sebuah negara dengan ketertiban lalu lintas yang sangat luar biasa, hihi luar biasa kacau nya maksud saya. Bukannya bermaksud membandingkan tapi mana tau bisa jadi bahan renungan (ah bahasa macam apa ini :v) dan inspirasi untuk perbaikan ke depannya. Aamiin Yaa Robbal Alaamiin.
Berbicara mengenai ketertiban lalu lintas di luar negeri, khususnya negara - negara maju, saya rasa kita memiliki mindset yang sama (jangan pura - pura, you know what I mean *rada maksa*). Berhubung saya abroad nya baru sekali dan kebetulan di Melbourne - Australia, jadi saya hanya akan mendeskripsikan hal yang saya temui disana (jangan bosan - bosan *cheers).
Mindset saya rupanya memang benar. Melbourne adalah sebuah kota dengan ketertiban lalu lintas yang luar biasa (yang kali ini luar biasa indah nya yah). Arus lalu lintas begitu lancar. Selama seminggu disana, saya tidak pernah melihat macet seperti di sini (Makassar khususnya yah), kendaraan begitu patuh dengan peraturan lalu lintas. Saat waktu nya lampu merah, yah mereka benar - benar berhenti tepat di belakang Zebra Cross. Tentunya sangat jauh berbeda dengan di sini.
Di Makassar sendiri, saya sudah terbiasa melihat pengendara - pengendara yang dengan tidak sabar nya melaju padahal sudah lampu merah (saya juga pernah melakukannya beberapa kali). Selain itu, mereka berhenti sesuka nya, memenuhi zebra cross yang seyogyanya diperuntukkan untuk pejalan kaki.
Di Melbourne sendiri, ketika hendak menyeberang, kita harus menunggu lampu lalu lintas benar - benar merah. Selain itu, kita harus menekan sebuah tombol di tiang sebagai penanda bahwa kita hendak menyeberang dan pastikan Anda harus menyeberang di zebra cross atau Anda akan kena denda AUD 70 (jika saya tak salah ingat).
Sebuah cerita konyol. Waktu itu, kami berjalan pulang menuju asrama (sekitaran pukul 22.00 p.m). Tentu nya jam segitu jalan - jalan di Melbourne sudah sangat sepi guys! Nah, kala itu kami berada di seberang jalan dan pasti nya mau nyebrang kan. Zebra cross masih ada beberapa puluh meter di depan dan salah seorang teman saya hendak nyeberang sembarangan. Baru saja saya ingin mengikut di belakang nya, tiba - tiba ia di tarik oleh seorang teman dan diingatkan (di sini kita tidak boleh menyeberang sembarangan). Nyaris saja, kebiasaan buruk di Indonesia membuat kami dalam masalah.
So, jangan sampai kebiasaan buruk malah mencelakai kita di kemudian hari yah. Change yourself by change your habit. Semoga bermanfaat.
Kindly contact me. Cheers!
Wassalam,
Comments
Post a Comment