1001 Stories in Melbourne (Transportasi Umum)

Assalamu 'alaikum. Gutten nacht! How's life, guys? Nah, di postingan sebelumnya, saya sudah memberikan gambaran tentang cuaca di Melbourne. Selanjutnya apa? Yup, transportasi umum disana. Disana ada becak gak yah? Atau angkot? Atau bentor? Delman? Dokar? Atau apa sih?.
Awalnya saya juga membayang-bayangkan kendaraan umum sebelum sampai di sana. Mungkin karena baper sama transportasi umum yang ada di Indonesia, makanya yg terlintas di fikiran sy yah angkot, becak, bentor, haha. Kalian berfikiran yang sama gak sih? Apa cuma sy? Haha-
Jadi, ternyata di sana ada tiga transportasi umum (tram, train, dan bus). Kita bahas satu satu yah.
Tau gak apa itu tram? Jadi, tram itu sejenis kereta namun rel nya berada di dalam kota (berbaur dengan lalu lintas kota ataupun terpisah seperti bus-way) dan biasanya hanya terdiri dari dua gerbong. Loh, loh, jadi bedanya dengan train apa?

Nah, kalau train yg terjemahannya yakni kereta. Kalau train ini rel nya biasanya ada di bawah tanah. Kalau alat transportasi yg satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Train juga lebih berat (biasanya mencapai 40 ton) sedangkan tram beratnya hanya berkisar 20 ton (setara dengan bus) Makanya tram juga biasa disebut dengan istilah "light rail". More info Klik link berikut
Terakhir, yakni bus. Ada yg masih bingung apa itu bus? Hehehe. Tau kan bentuknya seperti apa? Gambarkan masing-masing saja yah, hihi.

Dari kekaguman saya terhadap semua alat transportasi ini, ada satu hal yang membuat saya lebih terkagum lagi. Apa? "Available place untuk orang yg berkebutuhan khusus". Jadi, semua alat transportasi ini menyediakan kursi khusus untuk lansia, ibu hamil dan menyusui, balita, dan orang yang dalam hal ini *maaf* mempunyai gangguan fisik atau sakit. 
Pemerintah di sana sudah menerapkan alat transportasi umum ini sudah sangat lama dan terus mengalami perbaikan sistem. Dari apa yg telah saya saksikan langsung, keberadaan tiga jagoan ini tidak menimbulkan kemacetan sama sekali (di terapkan di Indonesia boleh kali yak). As an additional information, di sana tidak macet sama sekali dan penggunaan motor sangat sedikit. Selama seminggu disana, sy hanya pernah melihat dua orang pengendara motor. Selebihnya? Mereka naik mobil pribadi namun kebanyakan menggunakan alat transportasi umum.
Selain itu, pemerintah di sana juga tidak main main dalam memberikan denda atau hukuman bagi penumpang yg duduk di tempat khusus tersebut padahal di saat yg bersamaan ada yg membutuhkan. Denda dan hukuman nya tertempel jelas di jendela-jendela ketiga alat trasportasi umum ini.
Sepertinya dari ketiga alat transportasi di atas, yang masih membuat kalian penasaran yakni tram. Jadi, untuk informasi lebih lanjut dan rinci mengenai tram di Melbourne bisa di check langsung dengan mengklik Link ini (dalam bahasa Inggris).

Sekian dan terima kasih sudah mau mampir. Semoga bermanfaat and catch you later-

Personal contact: email (binnafahrianim1@gmail.com), Instagram (@binnafahrianimanda), Id line (@binnafahrianimanda). 

Comments

Popular posts from this blog

MY JOURNEY TO ENTER UNIVERSITY

A TEACHER DIARY "HOW TO HANDLE THE STUDENTS' QUESTIONS"

1001 Stories in Melbourne (Penghargaan Tinggi Kepada Pejalan Kaki)